Obat tradisional merupakan salah satu warisan nenek moyang atau leluhur yang secara turun temurun dipergunakan dalam proses mencegah, mengurangi, menghilangkan atau menyembuhkan penyakit, luka dan mental pada manusia atau hewan. Sebagai warisan nenek moyang yang dipergunakan secara turun temurun  maka perlu kiranya dikembangkan dan diteliti agar dapat dipertanggungjawabkan secara medis. Hal ini sebenarnya sudah dikembangkan puluhan tahun yang lalu sesuai dengan  apa yang tercantum dalam GBHN 1993 yaitu Pemeliharaan  & Pengembangan Pengobatan tradisional sebagai warisan budaya bangsa (ETNOMEDISINE) terus ditingkatkan dan didorong pengembangannya melalui penggalian, penelitian, pengujian dan pengembangan serta penemuan obat-obatan termasuk budidaya tanaman obat tradisional yang secara medis dapat dipertanggungjawabkan.  Dalam hal ini dapat di formulasikan menjadi 5 hal pokok yang harus diperhatikan yaitu etnomedicine, agroindustri tanaman obat, iptek kefarmasian dan kedokteran, teknologi kimia dan proses, pembinaan dan pengawasan produksi atau pemasaran bahan dan produk obat tradisional. 

Kesadaran akan pentingnya “back to nature” memang sering hadir dalam produk yang  kita gunakan sehari-hari. Banyak ramuan ramuan obat tradisional yang secara turun-temurun digunakan oleh masyarakat untuk pengobatan. Sebagian dari mereka beranggapan bahwa pengobatan herbal tidak memiliki efek samping, tapi hal ini tidak selalu benar untuk semua tanaman obat. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi efek samping tanaman obat diantaranya yaitu kandungan zat aktif pada bagian tanaman berbeda-beda, misalnya saja Mahkota dewa, yang dijadikan obat adalah daging buahnya, namun jika biji kulit ikut tercampur bisa mengakibatkan pusing, mual, dan muntah. Selain itu waktu penggunaan misalnya Cabe jawa, bisa memperkuat rahim ibu hamil di awal-awal kehamilan, tapi kalau diminum di trisemester terakhir akan mempersulit proses kelahiran. Hal ini  perlu dibuktikan lebih lanjut agar obat tradsional ini dapat
dibuktikan secara ilmiah.

Tiga bidang Ilmu Dasar Utama yang mendasari pengetahuan tentang obat tradisional dan perkembangannya agar menjadi bahan obat yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah atau medis adalah :

  1. Farmakognosi adalah ilmu yang mencakup informasi yang relevan berkaitan dengan obat-obatan yang berasal dari sumber-sumber alam seperti tumbuh-tumbuhan, hewan dan mikroorganisme.
  2. Kimia Medisinal meliputi seluruh pengetahuan specifik tidak hanya terbatas pada obat sintetik dan perancangannya tetapi dapat mendasari pengembangan obat tradisional
  3. Farmakologi mempelajari tentang kerja obat dan efeknya masing masing

Secara umum bahan obat alami dapat memberikan 4 peran penting di dalam sistem pengobatan modern khususnya dalam perbekalan terapeutik mutakhir yaitu   

  1. Berperan sebagai obat alami yang sangat efektif
  2. Menyediakan senyawa-senyawa dasar yang menghasilkan molekul- molekul obat yang tidak terlalu toksik dan aktivitasnya lebih efektif
  3. Eksplorasi prototipe aktif biologis ke arah obat sintetik yang baru dan lebih baik atau efektif
  4. Modifikasi bahan-bahan alam inaktif dengan metoda biologis/kimia menjadi obat-obat poten (metoda QSAR).

Pada dasarnya setelah zat aktif tanaman obat diketahui pengembangan selanjutnya dapat dibagi menjadi 2 yaitu :

  1. Pengembangan Obat Modern. Pengembangan obat tradisional yang  kandungan zat aktifnya cukup besar (>2% ) sehingga mudah diisolasi dan dimurnikan. Isolat yang sudah murni inilah siap dikembangkan menjadi obat modern yang siap diresepkan oleh dokter yang kualitasnya mirip dengan bahan aktif obat modern. Kadar bahan aktif besar sehingga tanaman obat dikatakan sebagai sumber bahan obat/prekursor (single component)
  2.  Pengembangan Obat Tradisional. Pengembangan obat tradisional yang kandungan zat aktif kecil (<1%) sehingga sulit diisolasi. Dalam hal ini kandungan kimianya akan banyak jenisnya sehingga dapat dikatakan sebagai standarisasi ekstrak tanaman obat (campuran galenik). Standarisasi dalam hal ini dapat dilakukan mulai dari bahan baku obat sampai menjadi sedian Fitofarmaka. Ekstrak terstandar (multikomponen/campuran bahan aktif) atau sediaan fitofarmaka yang mengandung ekstrak terstandar  yang berkhasiat, terjamin kualitasnya, keamanannya serta kemanfaatan terapinya (JAMU, OHT dan FITOFARMAKA)