Ruang lingkup Farmakognosi telah diperluas dalam beberapa tahun terakhir untuk mengidentifikasi atau otentikasi obat-obatan dari bahan alam (menggunakan metode makroskopik, mikroskopis, atau kimia), evaluasi biofarmakologi dan klinis.

Studi dalam Farmakognosi saat ini termasuk studi di bidang fitokimia, kimia mikroba, biosintesis, biotransformasi, bioinformatika, dan chemotaxonomy. Farmakognosi juga menjadi hubungan penting antara farmakologi dan kimia medisinal.

Farmakognosi mencakup bidang-bidang seperti isolasi dan/atau analisis fitokimia, hubungan struktur-aktivitas, isolat bahan alami sebagai model in silico untuk sintesis obat baru, obat alami untuk penggunaan terapeutik langsung, penyelidikan jalur biosintetis, penanaman dan pengumpulan tanaman obat, persiapan dan analisis kualitatif dan kuantitatif dari formulasi khusus, pengembangan kultur jaringan tanaman, serta penerapan beberapa teknik spektroskopi dan molekuler untuk identifikasi produk alami.

Saat ini teknik biologi molekuler seperti sidik jari DNA yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengautentikasi berbagai herbal, dengan metode ini pengujian jauh lebih efisien.

 

Refrensi:

  1. Agarwal S, Kumar V, Kumar A. Pharmacognostical characterization of Ocimum spp. J Pharmacognosy Phytochem 2013;2:219
  2. Mojab F. Pharmacognosy in Iran. Iran J Pharm Res 2006;3:153
  3. Sudha K, Veeraiah K, Sambasiva R. Determination of toxic heavy metals lead and mercury in traditionally used herb. Int J Res Rev PharmAppl Sci 2011;1:41